Alkitab adalah Firman Allah. Alkitab adalah Firman Allah yang hidup yang diwahyukan, ditulis oleh orang-orang kudus yang digerakkan oleh Roh Kudus, yang isinya adalah pernyataan Allah yang mutlak (Mat 16:18; Kis 2:38-41). Dalam Alkitab, Tuhan memberikan pernyataan yang genap dan sempurna kepada manusia. Kebenaran pernyataan ini dibuktikan dengan mujizat (Yoh 3:2), dengan pengenapan nubuatan (Yes 46:9-10; Yoh 14:29) dan digenapi oleh Yesus sendiri (lihat Ibr 1:2,3; 1 Tim 3:16; Kol 2:2,3; 2 Kor 4:6; Yoh 1:1-18;14-9; Mat 11:27).
Alkitab itu diilhamkan oleh Roh Allah. Bukti-bukti dari Perjanjian Lama :
- Pernyataan dalam Perjanjian Lama itu sendiri. ( Ul 34:10; Kel 4:10-17; Bil 17:2,3; Ul 4:2,6; 29:1; Yos 1:1-8; 2 Sam 23:2; Ams 30:5-6; Yes 5:24; 8:1; Yer 1:7-9; 7:27; 13:12; 30:1-2; 36:1-11, 27-32; Yeh 2:7; 3:10,11; 24:2; Dan 12:8; Mikha 3:8; Hab 2:2; Zak 7:8-12.)
- Perkataan Tuhan Yesus tentang Perjanjian Lama. Tuhan Yesus mengakui bahwa Perjanjian Lama adalah Firman Allah. (Mat 5:18; Luk 24:27,44; Mat 12:39,40; Luk 11:29; Mat 8:17; Luk 14:17)
- Kesaksian para rasul. Rasul-rasul mengakui dan mengesahkan Perjanjian Lama. (Kis 1:16; 2 Tim 3:15-17; Rm 16:26; Ibr 10:16,17; 2 Ptr 3:2; Why 22:6).
2. Bukti-bukti Perjanjian Baru :
- Para penulis Perjanjian Baru mengakui bahwa apa yang mereka tulis itu diilhamkan oleh Allah. (2 Ptr 1:20-21; 1 Ptr 1:10,11; Kis 1:16; 28:25; 1 Kor 2:13; 1 Kor 14:37; 1 Tes 2:13; 2 Ptr 3:1,2; Mat 10:20; Luk 12:12; 21:14,15; Kis 2:4)
Iman / kepercayaan.
Perjanjian Baru mengenapkan Perjanjian Lama (Ibr 1:2; Gal 1:8,9)
Dengan kepercayaan dan perbuatan yang sesuai dengan Alkitab adalah yang berkenan di hadapan Allah. (Ul. 28:58,59; Ul 32:46-47; Yos 1:7,8; Yes 8:20; 34:16; Yoh 5:39; Luk 16:29-31; Kis 17:11; Yak 1:22-24.)
Alkitab itu sempurna, menyegar jiwa orang yang mempercayai serta memberi hikmat kepada orang yang tidak berpengalaman (Mzm 119; Luk 11:28). dengan membaca Alkitab, kita dapat mengetahui segala rencana Allah (Luk 24:32,45; Kis 16:14; 2 Tim 3:15-17)
Roh Kudus satu-satunya yang dapat membentangkan atau menjelaskan Firman Allah secara sempurna yaitu dengan melalui rasul-rasul yang telah menulis apa yang harus dituliskannya.
Dan karena “manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah”(1 Kor 2:14), maka Firman Allah yang suci itu hanya dapat dijelaskan dan dimengerti oleh mereka, yang menerima pengajaran dari Roh Allah dan bukan oleh hikmat manusia. (1 Kor 2:13)
Bukti dari kebenaran yang sungguh-sungguh nyata dari Kitab Suci juga demikian, bahwa Roh Kudus memberikan kuasa penuh pemberita Firman-Nya, yang telah dipenuhi oleh-Nya, supaya oleh kesaksian-kesaksian mereka sampai sekarang ini, manusia diyakinkan untuk mengenal dosanya dan untuk percaya kepada Yesus Kristus, dan supaya Jemaat Tuhan dibangun. Wahyu Allah ada di Firman Tuhan yang telah ditulis untuk kita.
Tujuan jabatan dari karunia Roh di dalam Tubuh Kristus bukan untuk mengantikan Firman Allah dan pemberitaan Firman Allah. Roh Kudus memimpin selalu kepada Firman Allah dan mengajarkan untuk memperhatikan Firman Allah.
Firman Allah selamanya adalah batu penguji untuk semua karunia Roh dan untuk hidup kita. Jabatan bernubuat bukan penganti pemberitaan Firman Allah.
Sumber: Hendrik Thieessen.
Baca dan pelajari ~~> Alkitab elektronik.




respon