Kemanusiaan-Nya

Kemanusiaan-Nya Yesus antara lain adalah :

1. Dari dulu, sekarang dan selamanya Yesus adalah Allah. kemudian Ia, Allah yang berfirman menjadi manusia sungguh-sungguh. Jadi Dia adalah Allah dan Ia adalah manusia – Ia adalah Allah manusia. Dua keadaan yang berbeda ini bersatu dalam satu pribadi, seolah-olah memelihara keilahian dan kemanusiaan-Nya. Kedua hal tersebut tidak tercampur, sebab jika demikian akan timbul sifat yang ketiga. Sifat ilahi-Nya tidak menjadi manusiawi, tetapi disatukan dengan sifat manusiawi ( Yoh 1:14; Rm 1:3,4; 9:5; Gal 4:4; Ibr 2:11-14; 1 Tim 3:16)

2. Kedua sifat itu sering disebutkan dalam bagian yang sama dalam Alkitab. (a) Memiliki sifat manusiawi tetapi dengan nama ilahi (Mat 1:23; Luk 1:31,32; Kis 20:28; Rm 9:5; 1 Kor 2:8; Flp 2:6-11; Kol 1:13-17). (b)Memiliki sifat ilahi tetapi dengan nama manusia (Mat 9:6; Yoh 3:13; 6:62; Why 5:12,13)

3. Yesus adalah manusia sungguh-sungguh. Dalam hal Alkitab ini menyatakan :

  • Daftar leluhurnya-Nya. Dari keturunan Daud menurt daging (Rm 1:3; Mat 1:1; Kis 13:22,23)
  • Dia disebut Anak Manusia (Luk 19:10; Yoh 1:51, dsb)
  • Kelahiran-Nya (Mat 1:16,18,21,25; 2:1; Luk 1:31; 2:7,11; Gal 4:4)
  • Hidup-Nya sebagai manusia: (a) Berdaging dan berdarah (Ibr 2:14), (b) Disunat (Luk 2:21), (c) Bertumbuh dalam hikmat (Luk 2:52), (d) Berjalan, menengok, melihat, berbicara dsb (Yoh 1:29, 35-51 dsb, (e) Makan (Mrk 2:16; Luk 15:2; 24-43). (f) Tidur (Mrk 4:38), (g) Berdoa (Mat 14:23; Mrk 1:35; Luk 9:18,28), (h) Dilihat, didengar, diraba (Luk 24:39; Yoh 20:27; 1 Yoh 1:1,2), (i) Menangis (Luk 19:41; Yoh 11:35)
  • Dibatasi tubuh jasmani. (a) Kelelahan (Yoh 4:6), (b) Kelaparan (Mat 4:2, Mrk 11:12), (c) Kehausan (Yoh 4:7; 19:28), (d) Dicobai (Ibr 2:18; 4:15)
  • Ia hidup dalam hidup yang suci dan mengerjakan pekerjaan yang besar bukan karena keilahian-Nya tetapi melalui kuasa Roh Kudus (Ibr 9:14; Kis 10-38)
  • Penderitaan dan kemuliaan-Nya. (a) Ia di dalam ketakutan, berkeringat dan berdoa (Luk 22:44), (b) Ia disesah, dicemooh, diberi mahkota duri, dipukul, diludahi, disalibkan (Mat 27:26-35), (c) Ia mati (Yoh 19:30), (e) Rusuknya ditombak sehingga keluar darah dan air (Yoh 19:34), (f) Dalam hal ini disinggung pula kepala, tangan, kaki, rusuk, mulut dan tubuhnya. Ia memang benar-benar manusia.
  • Kebangkitan dan kenaikan-Nya ( Kis 1:9; 2:24,32,33; 3:15; Yoh 6:62)
  • Dalam kedudukan-Nya sebagai pengantara Ia tetap manusia ( 1 Tim 2:5)
  • Ia menjadi manusia seperti saudara-saudara-Nya dalam segala hal sehingga Ia mengerti apa itu manusia, penderitaan, kematian. Dengan dasar itu Ia dapat menjadi Imam Besar dan Perantara yang penuh kasih, setia dan pengertian (Ibr 2:14-18; 4:14-16; 7:24-27)
  • Ia akan datang lagi sebagai manusia (Mat 25:31; Luk 21:27

 

4. Ini adalah hal yang amat penting, dan percaya akan hal itu amatlah penting dalam keselamatan Yesus  datang untuk mati (Mat 20:28; Ibr 2:14). Jika Ia tidak menjadi manusia maka Ia tidak mati sebab Allah tidak dapat mati; Allah tidak dapat dibunuh. Dan jika Yesus tidak mati, maka tidak ada keselamatan (Inr 9:12,22)

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Blog pada WordPress.com. Theme: Adventure Journal by Contexture International.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.