Kesucian Yesus adalah :
- Kelahiran-Nya suci ( Luk 1:35)
- Ia berkenan kepada Bapa (Luk 3:22)
- Ia selalu memperkenankan Bapa ( Yoh 8:29)
- Ia menantang agar orang-orang membuktikan bahwa Ia pernah berdosa (Yoh 8:46)
- Iblis tidak dapat menuduh Dia karena dosa (Yoh 14:30)
- Ia disebut “Yang Kudus dan Benar”, “Hamba-Mu yang Kudus” (kis 3:14; 14:27,30). Roh jahat menyebut-Nya “yang Kudus dari Allah” (Mrk 1:23,24)
- Dia tidak mengenal dosa (2 Kor 5:21)
- Ia dicobai tetapi tidak berdosa (Ibr 4:15)
- Ia saleh, tanpa salah, tanpa noda, terpisah dari orang-orang berdosa (Ibr 7:26)
- Ia adalah korban yang tiada cacat (Ibr 9:14; 1 Ptr 1:19)
- Ia tidak berbuat dosa (1 Ptr 2;21-23)
- Di dalam Dia tidak ada dosa (1 Yoh 3:5)
Yang menyaksikan kesucian-Nya diantaranya adalah:
- Pilatus (Yoh 18:38; 19:4,6)
- Istri Pilatus (Mat 27:19).
- Yudas (Mat 27:3,4)
- Salah seorang pencuri (Luk 23:41)
- Kepala pasukan Romawi (Luk 23:47).
Kesucian Yesus adalah azas yang penting. Satu dosa telah membuat orang berdosa. Dan jika Yesus telah berdosa maka Ia tidak akan menjadi Juruselamat, tetapi justru memerlukannya. Ia lahir di bawah Taurat; dicobai oleh Taurat, menjalankan dan memenuhi Taurat memuaskan keinginan Allah dan menjadi Pengganti orang berdosa. Tidak ada keselamatan bagi orang berdosa bila Yesus berdosa. Yesus itu selalu dan secara mutlak Suci.
Sumber : The Christian Worker’s Manusal.




respon